Aplikasi Sosial Media yang Tidak Boleh Digunakan Anak-anak 2 – Parenting pada abad 21 adalah memiliki cara yang lebih menuntut daripada abad-abad sebelumnya, dan itu semua karena pedang bermata dua, yang dikenal sebagai teknologi. Kami mengatakan bermata dua karena teknologi telah membantu orang tua menyederhanakan banyak tugas pengasuhan, misalnya mengawasi keberadaan anak-anak mereka, membatasi mereka mengakses konten tertentu, dll.

Aplikasi Sosial Media yang Tidak Boleh Digunakan Anak-anak 2

Namun, beberapa kemajuan teknologi terbukti menjadi kerumitan yang cukup berbahaya bagi orang tua karena mereka dapat secara efektif mengekspos privasi generasi muda. Menempati daftar teratas adalah aksesibilitas yang mudah ke perangkat dan aplikasi pintar, yang mengekspos anak-anak pada ancaman online yang terus meningkat.

Ketika kita berbicara tentang anak-anak dan ancaman digital, kita membahas isu-isu seperti cyberbullying, cyberstalking, catfishing, pelecehan seksual online, dan yang lainnya. Sebagai orang tua, merupakan tugas kita dalam melindungi anak-anak kita dari predator online seperti peleceh, penguntit, dan segala jenis penjahat lainnya yang dapat membahayakan privasi anak-anak dan juga kehidupan mereka.

Kita bisa mulai dengan berbicara dan memberikan edukasi kepada anak-anak kita tentang bahaya dari menggunakan beberapa aplikasi sosial media yang banyak digunakan oleh jutaan pengguna jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Berikut ini beberapa aplikasi sosial media yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak, atau digunakan dalam pengawasan Anda.

1. Blender

Blendr mirip dengan Tinder dalam segala hal. Ini adalah aplikasi flirting yang menggunakan pelacakan GPS untuk menunjukkan kepada pengguna terdekat yang juga tertarik untuk flirting atau berkencan. Seperti Tinder, aplikasi ini bisa disalahgunakan oleh pengguna yang ada di luar sana dalam mendapatkan informasi pribadi dan sensitive dari anak-anak yang nantinya akan merugikan anak-anak tersebut.

2. Periscope

Menurut statistik paling baru, pengguna Periscope setiap hari adalah lebih dari satu juta. Namun, seperti aplikasi lainnya, Periscope dapat dieksploitasi untuk aktivitas yang tidak etis.

Periscope memungkinkan pengguna untuk mengalirkan konten audio dan video dan membagikannya dengan pengguna lain. Di mana obrolan atau streaming video terlibat, bahaya keamanan secara otomatis muncul.

3. Houseparty

Houseparty adalah aplikasi sosial media yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi satu sama lain lewat teks dan video call di dalam sebuah ruangan. Tidak hanya video langsung tetapi juga tidak ada alat penyaringan di tempat apa pun. Ini berarti bahwa anak-anak Anda bisa saja terpapar konten yang tidak pantas. Pengguna juga diberikan fitur untuk mengambil screenshot dan mengirim tautan melalui obrolan.

4. Voxer

Ini adalah aplikasi push-to-talk seperti walkie talkie yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima pesan suara singkat dengan cepat. Pengguna dapat mengobrol dengan orang banyak dalam satu waktu, dan hanya perlu menekan tombol untuk mendengar pesan yang diterima. Layanan aplikasi ini sebagian besar adalah orang dewasa, dan ada beberapa orang yang menggunakannya untuk berkomunikasi dalam pekerjaannya.

Voxer mendapatkan popularitas di kalangan remaja yang bisa menjadi korban cakar cyberbullies. Ada banyak individu jahat di aplikasi ini yang sering mengirim pesan tidak senonoh atau menyakitkan hati. Aplikasi ini masih diberi peringkat 4+ di App Store meskipun dikaitkan dengan beberapa kasus perundungan siber yang serius.

5. Holla

Holla merupakan aplikasi video call yang secara acak menghubungkan pengguna dengan orang asing dari seluruh dunia. Mendaftar hanya membutuhkan akun Facebook atau akun Gmail. Fitur pelacakan lokasi juga bisa diaktifkan untuk mendapatkan seseorang di sekitar Anda. Namun, kekerasan, kata-kata kotor, dan ketelanjangan cukup umum di aplikasi ini, itulah sebabnya aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi media sosial terburuk untuk anak-anak.

6. Tumblr

Anak-anak dan remaja menggunakan aplikasi sosial media ini untuk blogging dan sebagian aplikasi jejaring sosial untuk membuat dan berbagi konten – baik itu dalam bentuk teks, foto, audio, maupun video. Menurut Common Sense Media, Tumblr “terlalu cabul untuk anak-anak” karena konten yang tidak pantas, kekerasan, dan pornografi mudah diakses oleh pengguna.

Perlu juga dicatat bahwa kecuali Anda telah memilih pengaturan privasi yang sesuai untuk akun Anda, yang terlalu rumit untuk tugas itu sendiri, semua konten Anda bersifat publik dan dapat dilihat oleh siapa saja!

7. Vsco

Aplikasi fotografi yang memberi pengguna berbagai alat untuk mengambil atau mengunggah foto, mengedit dan menambahkan filter Vsco, lalu membagikannya ke profil, seperti yang dilakukan Instagram. Karena itu, penting untuk diketahui bahwa Anda telah membatasi berbagi lokasi secara manual dan mengaktifkan pengaturan privasi.

Ada juga alat untuk melakukan pengeditan foto yang tersedia untuk dibeli di dalam aplikasi, dan ini bisa menghabiskan banyak uang Anda jika anak Anda mengunduhnya.

8. BIGO LIVE

BIGO LIVE adalah aplikasi live streaming yang mengundang orang untuk menunjukkan bakat mereka dan berbicara dengan orang-orang yang menarik. Ini semakin banyak digunakan oleh anak muda untuk menjalani aktivitas mereka atau membuat video blog dengan tujuan menghasilkan uang. Namun, karena konten dibuat oleh pengguna, konten tersebut dapat berisi ketelanjangan, bahasa kasar, dan kekerasan.

9. WeChat

WeChat merupakan aplikasi yang berasal dari Cina dan sangat populer serta terkenal karena beberapa fitur multigunanya. Aplikasi ini menawarkan layanan perpesanan, media sosial, dan pembayaran seluler dan memiliki lebih dari satu miliar pengguna. Sebagian besar, komunitas China global menggunakan aplikasi untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga mereka dan mengirim/menerima pembayaran dari berbagai belahan dunia.

Aplikasi Sosial Media yang Tidak Boleh Digunakan Anak-anak 2

Presiden AS Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk berhenti berbisnis dengan WeChat dan aplikasi China lainnya. Berita ini telah mengirimkan gelombang kejutan di seluruh komunitas China global dan pengguna WeChat lainnya. AS telah melabeli WeChat sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya dan menuduh aplikasi tersebut memantau dan mengumpulkan “banyak” data pengguna.

Lebih buruk lagi, AS telah memerintahkan pemilik WeChat, Tencent, untuk menjual aplikasi tersebut pada pertengahan September atau menghadapi larangan operasi di AS.